Menikmati Kawah Ijen Banyuwangi dengan Ojek Troli

Home / Wisata / Menikmati Kawah Ijen Banyuwangi dengan Ojek Troli
Menikmati Kawah Ijen Banyuwangi dengan Ojek Troli Pangakalan Ojek Troli di Kawah Ijen, Banyuwangi (Foto : Roghib Mabrur/Times Indonesia)

TIMESBATU, BANYUWANGI – Tersohornya destinasi wisata Kawah Ijen Banyuwangi menjadikan tempat ini tak pernah sepi dari incaran para pelancong. Tak sedikit wisatawan yang mengambil jalan pintas menggunakan ojek troli, lantaran tak ingin kelelahan.

Medan yang menanjak dan rute yang panjang membuat ojek troli jadi solusi bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan pemandangan Kawah Ijen tanpa harus merasakan kelelahan.

Ojek-Troli-Ijen-Banyuwangi2.jpg

Troli mulai digunakan sejak tahun 2015 silam. Awalnya digunakan untuk mempermudah mengangkut bongkahan batu belerang ke tempat penimbangan. Kini banyak beberapa penambang belerang beralih menjadi pengangkut wisatawan atau ojek troli yang hendak ke puncak Ijen, namun juga masih banyak yang menambang belerang menggunakan troli.

Kawah Ijen adalah kawah gunung berapi aktif dengan tingkat keasaman yang tinggi. Gunung yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl ini, memiliki track sepanjang 3 km, sehingga sangat menantang bagi para wisatawan yang baru belum pernah ke Kawah Ijen.

"Dulunya sih ada tamu yang tidak kuat naik, terus pakai troli dengan tandu, sampai sekarang troli tidak hanya untuk angkut belerang tapi juga angkut orang. Kita biasanya standby mulai dini hari hingga pagi hari mas," kata Nuri (43) Salah satu ojek troli asal Licin, Banyuwangi.

Ojek-Troli-Ijen-Banyuwangi3.jpg

Ditambahkan, Nuri mengaku, ia menggeluti ojek troli ini sejak tahun 2015, ada 40 lebih troli yang mendapatkan ijin dari BBKSDA Jatim.

Biaya yang harus dikeluarkan oleh wisatawan untuk menggunakan ojek troli sebesar Rp 800 ribu per orang, untuk medan mendaki ke puncak ijen dikenakan biaya Rp 600 ribu per orang dan untuk turun ke pintu masuk dikenakan biaya Rp 300 ribu per orang.

"Harga segitu bisa berubah, tergantung kondisi berat dan kecilnya penumpang. Sehari bisa sampai 8 penumpang, bahkan lebih, ya tergantung ramainya pengunjung mas," gamblangnya.

Nuri menjelaskan ia tidak sendiri mengangkut naik turun kawah yang terkenal Blue Flame.nya tersebut. Dalam satu ngojek troli ia bersama 2 rekan kerjanya mengangkut wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Kawah-Ijen-Banyuwangi.jpg

"Weekend rame-ramenya mas, 30 orang yang pakai troli ini," imbuhnya.

Puluhan ojek troli ini telah membentuk paguyuban ojek troli Banyuwangi. Para penambang sendiri telah dibekali bahasa asing seperti bahasa Inggris, oleh pemerintah Banyuwangi. Sehingga banyak para penambanh dan ojek troli fasih berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Kawah Ijen Banyuwangi menampung 30 juta meter kubik air itu berukuran 800 meter x 700 meter dengan kedalaman 180 meter. Tak heran keelokan yang dipancarkan ketika matahari terbit dari ufuk timur menjadi sensasi yang tak terlupakan, apalagi jika beruntung menikmati fenomena Blue Flame di waktu dini hari hingga sebelum jam 4 pagi, sungguh menakjubkan perjalanan bagi yang ke sana. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com