Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?

Home / Kopi TIMES / Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan?
Tipe Pabrik Seperti Apa yang Siap Saat New Normal Diberlakukan? Dr. Sabarudin Akhmad, ST., MT., IPM., Asean Eng, Koordinator Program Studi Teknik Industri, Universitas Trunojoyo Madura.

TIMESBATU, BANGKALAN – Melanjutkan tulisan sebelumnya “Merancang Tata Letak Fasilitas Pabrik Saat New Normal”, sebuah riset kecil dilakukan penulis untuk mengetahui sampai sejauh apa dampak protokol kesehatan Covid-19 bila diterapkan pada sebuah pabrik saat new normal diberlakukan.

Dan tipe pabrik seperti apa yang siap bila protokol kesehatan diterapkan.

Penulis mencoba menghitung kebutuhan luas lantai satu buah mesin saat syarat New Normal diberlakukan dengan melakukan perhitungan berdasarkan luas mesin itu sendiri; kelonggaran untuk pergerakan bahan baku; kelonggaran untuk pergerakan produk jadi; dan kelonggaran untuk pergerakan operator mesin.

Penulis juga menambah perhitungan dengan memasukkan kelonggaran untuk maintenance; dan kelonggaran untuk gang atau pergerakan transportasi.

Berdasarkan perhitungan luas satu buah mesin di atas. Penulis menyimpulkan bahwa dampak pemberlakukan new normal yang paling berat dirasakan adalah pada pabrik yang mempunyai sifat bahan baku relatif kecil, ukuran mesin relatif kecil, menggunakan jumlah operator yang relatif banyak, ukuran produk akhir relatif kecil dan menggunakan alat angkut tenaga kerja manusia.

Sebaliknya. Dari sudut pandang perancangan tata letak pabrik dengan mempertimbangkan semua kelonggaran yang dibutuhkan, pabrik yang lebih siap dengan prasayarat protokol kesehatan saat new normal adalah pabrik yang mempunyai bahan baku relatif panjang, ukuran mesin relatif panjang, menggunakan operator sedikit, produk akhir relatif besar, dan menggunakan alat material handling (misal forklift).

Oleh karenanya, sebelum pabrik memutuskan untuk memberlakukan protokol kesehatan saat new normal diberlakukan, perancangan tata letak fasilitas pabrik harus dipikirkan. Ini sangat penting dilakukan agar proses produksi bisa efektif dan efisien.

Ada sejumlah faktor penting dalam merancang tata letak pabrik sebelum memutuskan untuk memberlakukan protokol kesehatan.

Pertama, berdasarkan sifat produk pabrik. Sifat produk yang akan diproduksi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap rancangan tata letak pabrik yang akan disusun. Untuk sifat produk yang kecil dan ringan, akan memudahkan proses memindahkan dari satu mesin ke mesin lainnya dengan waktu relatif cepat. Dengan sifat produk seperti itu, sebaiknya menggunakan jenis tata letak product layout.

Sedangkan untuk produk yang mempunyai sifat berat dan tebal, jenis tata letak process layout lebih tepat digunakan.

Kedua, volume produksi. Bila volume yang produksi cukup banyak dan terstandarisasi, sebaiknya menggunakan jenis tata letak product layout. Sementara bila volume produksi sedikit atau berdasarkan permintaan pelanggan, sebaiknya menggunakan jenis tata letak process layout.

Ketiga, jenis mesin, Bila mesin yang digunakan dalam proses produksi cukup besar, berat dan bunyinya berisik, sebaiknya menggunakan jenis tata letak process layout. Untuk jenis ini perhitungan kelonggaran harus diperhitungkan dengan teliti dan detail untuk menghindari risiko kecelakaan.

Kempat, soal kebijakan manajemen. Kebijakan manajemen yang berkaitan dengan jenis produk, kualitas, skala produksi, tingkat integrasi pabrik, jenis produksi, dan kemungkinan ekspansi di masa depan, dll., akan memengaruhi jenis tata letak pabrik yang akan digunakan.

Demikian sejumlah catatan kecil yang harus dilakukan sebelum sebuah pabrik memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 saat new normal diberlakukan.(*)

*) Dr. Sabarudin Akhmad, ST., MT., IPM., Asean Eng, Koordinator Program Studi Teknik Industri, Universitas Trunojoyo Madura

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com