Wacana Tambahan Jam Kerja untuk ASN, Dokter Spesialis Syaraf: Harus Seimbang

Home / Berita / Wacana Tambahan Jam Kerja untuk ASN, Dokter Spesialis Syaraf: Harus Seimbang
Wacana Tambahan Jam Kerja untuk ASN, Dokter Spesialis Syaraf: Harus Seimbang ASN harus bekerja lebih seimbang (FOTO: tribunnews)

TIMESBATU, MALANGDokter Spesialis Syaraf, Dr. dr. Shahdevi Nandar Kurniawan Sp.S (K), menyarankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga seimbang dalam bekerja bila jam kerja ANS ditambah.

Menurutnya, penambahan jam kerja sebenarnya tidak masalah. "Kalau misalnya ditambah sampai jam 5, tidak masalah. Tapi harus memperhatikan istirahatnya," katanya saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (4/12/2019).

Normalnya, disarankan untuk pegawai melaksanakan istirahat. Seperti serangkaian istirahat sholat dan makan. "Eropa kan malah disarankan untuk tidur siang, itu untuk nambah keaktifan," jelasnya.

Dalam bekerja juga diperlukan relaksasi. Karena hormon akan meningkat ketika bekerja. "Kalau 1 minggu bekerja tidak istirahat, otot gampang capek, sulit tidur, gastritis, dll,"  uajrnya.

Dia juga menjelaskan, kunci dari bekerja adalah harus seimbang. Bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu di kantor disarankan untuk rajin harus olahraga. Sebaliknya, yang berada di luar ruangan harus istirahat cukup.

Dilansir dari  detik.com, Komisioner KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), Waluyo Martowiyoto menjelaskan, tambahan libur bagi ASN tidak harus mengurangi jam kerja. Namun jam kerja setiap hari akan diperpanjang sehingga ada ruang untuk menambah libur.

"Berarti kalau dua minggu harusnya 10 hari kerja 80 jam. Itu bisa kita ubah nantinya adalah 9 hari kerja 80 jam, 80 jamnya tetap, tapi sembilan hari kerja sekitar dua minggu," kata Waluyo.

Namun, dr. Nandar tidak mempermasalahkan bila memang ada penambahan jam kerja ini. Menurutnya, para ASN justru bisa menikmati waktu bersama keluarga. "Jadi kan waktu libur yang bertambah itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Seperti bermain bersama anak, atau menghabiskan waktu untuk hobi. Nah itu kan relaksasi, pokoknya kuncinya ya seimbang itu tadi, antara bekerja dan istirahat," tutup Dokter Spesialis Syaraf ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com