Polres Batu Minta Pengelola Vila Selektif Terhadap Tamu

Home / Berita / Polres Batu Minta Pengelola Vila Selektif Terhadap Tamu
Polres Batu Minta Pengelola Vila Selektif Terhadap Tamu Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK saat rilis kejahatan asusila dibawah umur. (foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 

TIMESBATU, BATUPolres Batu, Jawa Timur meminta kepada pengelola vila atau penginapan agar lebih selektif lagi dalam menerima tamu. Pasalnya tempat ini banyak dipergunakan untuk kejahatan asusila terhadap anak. 

"Harusnya pengelola vila atau penginapan menanyakan terlebih dahulu identitas calon tamu sekaligus memeriksa status tamu yang menginap. Jangan sampai malah tamu yang menginap tersebut menjadi korban kejahatan asusila," kata Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK didampingi Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono saat rilis ungkap kasus kejahatan terhadap anak, Senin (11/11/2019) 

Kapolres mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan ke Satuan Bina Masyarakat untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada pengelola vila dan siswa di sekolah. Lewat Binluh ini diharapkan pengelola vila lebih selektif dalam menerima tamu dan para pelajar sadar tidak melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri. 

Seperti kejahatan yang dilakukan oleh YR (18), warga Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang terhadap KL (16) yang masih tetangga desa. 

YR dan KL berkenalan melalui facebook, kemudian komunikasi mereka berlanjut melalui whatsapps, hingga akhirnya pada bulan September 2019 YR mengajak KL berjalan-jalan ke Kota Batu. 

Menggunakan bujuk rayu, akhirnya YR mengajak KL menginap di sebuah vila di Songgoriti kemudian menyetubuhinya. "Tersangka sempat mengunci korban didalam kamar," ujar petugas. 

Keesokan harinya korban diajak pulang. Saat itulah orang tua korban mengetahui kejadian tersebut dan memilih melaporkan kejadian ini ke Polres Batu. Selang sehari setelah laporan polisi diterbitkan, polisi menangkap tersangka dan menjebloskannya ke penjara.  Akibat perbuatannya ini, tersangka dijerat menggunakan Pasal  81 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Untuk itu, Polres Batu meminta kepada pengelola vila atau penginapan agar lebih selektif lagi dalam menerima tamu. Pasalnya tempat ini banyak dipergunakan untuk kejahatan asusila terhadap anak. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com