Unik, Lomba Memasak Menggunakan Anglo

Home / Berita / Unik, Lomba Memasak Menggunakan Anglo
Unik, Lomba Memasak Menggunakan Anglo Para peserta berjibaku membuat nasi goreng terlezatnya dengan tungku tradisional. (foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 

TIMESBATU, BATU – Melestarikan warisan leluhur di bidang kuliner, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menggelar lomba memasak nasi goreng menggunakan anglo (tungku yang terbuat dari terakota), Rabu (9/10/2019). 

Hasilnya, perlombaan pun berlangsung sangat seru dan menarik, karena para peserta tidak sekedar membuat bumbu khusus yang membuat masakan lezat saja. 

Namun peserta harus mampu mengendalikan bara api di anglo. Api yang ada harus pas, tidak boleh lebih hingga membuat masakan sangit, namun juga tidak boleh kurang karena bisa berakibat masakan tidak matang.

MEmasak-Menggunakan-ANglo-a.jpg

"Kemampuan peserta diuji dalam lomba ini, kalau nasi gorengnya biasa, siapa pun bisa memasaknya, tapi yang jadi tantangan adalah bagaimana membuat nasi goreng ini lezat dengan memasaknya di anglo," ujar Ketua Dewan Juri, Dyah Pratiwi. 

Menurutnya kunci keberhasilan masakan ini tergantung pada persiapan anglo. Api di tungku ini harus pas, ia menyarankan agar penggunaan kertas untuk menyulut arang sedikit saja, karena bisa mengotori ruangan yang digunakan memasak, maupun makanannya. 

Selain itu dalam lomba ini juri melarang penggunaan msg dan pemanis buatan karena rasa harus alami. 

Poin penilaian didasarkan pada kreativitas, rasa, keindahan dan kebersihan. Peserta pun dibatasi waktu memasaknya hanya 30 menit saja. 

Sementara itu Exkanto SSos, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan bahwa lomba memasak ini diikuti 7 kelompok peserta, masing-masing peserta diwakili dua orang. 

"Pesertanya adalah perwakilan 5 RT di RW 2 yang tinggal disekitar kantor Kecamatan, kemudian dari PKK dan dari perwakilan Pegawai Kecamatan Bumiaji," ujarnya.

MEmasak-Menggunakan-ANglo-b.jpg

Menurut Exkanto sengaja Kecamatan Bumiaji menyelenggarakan lomba untuk memeriahkan HUT Kota Batu ke 18 ini dengan warga sekitar, untuk terus mempererat silaturahmi antara warga yang tinggal di RW 2 Desa Punten dengan pegawai Kecamatan Bumiaji. 

Sebelumnya berbagai kegiatan dilaksanakan bersama warga, mulai dari lomba peringatan HUT RI hingga nonton bareng (Nobar) pertandingan Arema. 

Hadiah yang disiapkan pun tidak tanggung-tanggung, juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 500 ribu, juara 2 mendapatkan Rp 300 ribu dan juara 3 mendapatkan Rp 200 ribu. 

Salah satu peserta, Suwarti, warga RT 1 RW 2 Desa Punten mengatakan bahwa lomba yang diikutinya ini sangat seru. 

"Terima kasih untuk Kecamatan Bumiaji yang sudah membuat lomba ini. Kita memang tadi kesulitan mengendalikan api di Anglo, tapi kita senang karena bisa membuat Nasi Goreng Hijau dari pewarna alami yakni dari warna Sawi Hijau," ujarnya. 

Melestarikan warisan leluhur di bidang kuliner, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menggelar lomba memasak nasi goreng menggunakan anglo (tungku yang terbuat dari terakota), Rabu (9/10/2019). (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com