Jiwa Bisnis dari Alumni Unisma Malang ini Patut Dicontoh

Home / Berita / Jiwa Bisnis dari Alumni Unisma Malang ini Patut Dicontoh
Jiwa Bisnis dari Alumni Unisma Malang ini Patut Dicontoh Mahbub Junaidi, SE., Owner "Luky Studio 58" Sentra Pengerajin Songkok di Jl. Samarinda 58 gkb 61151 Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESBATU, MALANG – Mahbub Junaidi, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen Unisma Malang patut berbangga.

Mahasiswa angkatan tahun 1992 itu sukses berbisnis songkok.  Saat ini Junaidi demikian sapaan akrabnya adalah pemilik “Luky Studio 58” sudah memiliki pelanggan setia mulai dari personal, lembaga pendidikan, pabrik dan lain sebagainya.

Ia mengaku semua berawal dari hobi. “Berawal dari hobi yang sepele dan membuang-buang waktu ternyata bisa menjadi inspirasi bisnis dan mau berusaha karena peluang untuk sukses bisa datang dari mana saja, termasuk hobi yang sepele. Salah satu dari kunci kesuksesan ketika memulai usaha yaitu membuat usaha yang dijalankan berdasarkan pada hobi, maka dengan begitu dalam menjalankan usaha pasti akan merasa penuh semangat dan tidak merasa terbebani," papar Junaidi.

Adapun bahan baku songkok yang bermerek dagang ”Muamalah”, produksi Mahbub Junaidi ini terdiri dari kain bludru. Di Gresik, memang menjadi wilayah produksi songkok terbesar di Jawa Timur. 

"Bahan bludru itu di impor dari Korea, selain bludru bahannya dari plastik, kertas dan kain biasa," urai Junaidi. Produksi songkok Junaidi terdiri dari berbagai ukuran, dan disesuaikan dengan pesanan. 

Begitu juga soal tinggi ukurannya. "Banyak juga yang pesan dengan ukuran tinggi dari ukuran yang umum terjual di pasaran," katanya.

Saat awal produksi tahun 2007, Mahbub Junaidi membuat songkok di rumah dan hanya dengan ditemani sang istri. Tak ada gudang untuk memproduksi songkok. 

Namun mulai 2010, dia sudah mulai mampu merekrut karyawan, didorong oleh naiknya permintaan pasar. Songkok yang dihasilkan kemudian dikirim ke pasar-pasar tradisional dan toko busana yang tersebar luas khususnya di daerah Jawa Timur. 

Ditanya mengenai harga jualnya, dia menyebutkan beraneka ragam mulai dari harga Rp 18.000 hingga Rp 30.000 per songkok.

"Itu harga grosir, kalau harga di pasar lebih tinggi," akunya. Songkok yang diproduksi Mahbub Junaidi, tak hanya dipakai oleh masyarakat biasa. 

Para pejabat tinggi di Jawa Timur juga banyak yang pesan langsung ke rumah Junaidi. Meski produksinya telah menjadi langganan seluruh lapisan masyarakat, Mahbub Junaidi tidak lantas berhenti berinovasi untuk meningkatkan pangsa pasarnya. 

Namun demikian, dirinya sangat bersyukur karena bisnis yang digelutinya bisa sukses seperti saat ini dan sangat terbuka berbagi informasi terkait usahanya kepada orang lain.

Pria pecinta dunia photography yang digelutinya semenjak duduk dibangku kuliah sampai saat ini, dan tercatat sebagai pendiri UKM Panorama Photography bersama ke empat temannya, dan aktifis diorganisasi pergerakan mahasiswa PMII Universitas Islam Malang. 

Tak ayal pada tahun 2016 dibawah kendali LPPNU pusat, Mahbub Junaidi dipercaya mendokumentasikan kegiatan petani kelapa, madu di daerah NTB dan petani pisang di daerah Garut, Jawa Barat. Juga dipercaya mengikuti 72 hari Ekspedisi Islam Nusantara pada 2017 dibawah koordinasi H. Imam Pituduh, SH. MH. dari Pengurus PBNU.

“Banyak kesan yang tidak mungkin kami lupakan ketika bergumul dengan dunia pergerakan dikampus hijau Unisma tercinta. Sebagai kampus perjuangan pada saat itu,  serta kami banyak menimba ilmu dari kakak tingkat yang banyak pengalaman serta para dosen yg arif dan bijaksana dalam memberikan ilmu pada kami,  maka meskipun kami sudah lulus hampir 20 tahun, tidak akan lupa pada kampus yang telah menggembleng kami dan tahu arti belajar dan berjuang," tegas Junaidi ketika diminta menyampaikan kesan-kesannya sewaktu kuliah.

Ia pun mendoakan Unisma Malang menjadi kampus yang semakin maju dan memiliki lulusan yang berdaya saing tinggi.

 “Saat ini saya sudah menyiapkan lahan untuk mengembangkan usaha dibidang pendidikan, pertanian dan peternakan, dan saya berharap bisa menjalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan Unisma Malang," tegasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com