Operasi Ketupat 2019, Polres Malang Terjunkan 2 Ribu Personel Gabungan

Home / Berita / Operasi Ketupat 2019, Polres Malang Terjunkan 2 Ribu Personel Gabungan
Operasi Ketupat 2019, Polres Malang Terjunkan 2 Ribu Personel Gabungan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung usai memimpin rakor Operasi Ketupat 2019. (Foto : Binar Gumilang / TIMES Indonesia)

TIMESBATU, MALANG – Kurang lebih 2 ribu personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, Dinkes, Satpol PP, Dishub dan Ormas, diterjunkan dalam rangka melakukan pengembangan operasi Ketupat 2019 di Malang.

Hal ini diungkapkan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung usai memimpin rakor Operasi Gabungan di Sanika Satyawada Mapolres Malang, Jumat (17/5/2019).

"Semua instansi kami libatkan dalam mengamankan Operasi Ketupat 2019. Kemudian kami membangun lima pos pam yang bisa digunakan personil gabungan dalam melakukan pengamanan," ujar Kapolres Malang, Yade Setiawan Ujung kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa kerawanan yang terjadi di wilayah hukum Polres Malang, selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Yakni potensi kemacetan, bencana alam dan antisipasi kejahatan jalanan.

"Untuk potensi kemacetan, kami fokuskan pada exit tol Malang-Pandaan yang telah diresmikan penggunaannya oleh Bapak Presiden beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Dia memprediksi, akan terjadi penumpukan kendaraan pada pintu keluar jalan tol tersebut. Disamping itu, potensi kemacetan juga terjadi imbas pembagunan underpass di Karanglo yang ada di sekitar pintu keluar jalan tol.

"Mengantisipasi kemacetan yang ada di Karanglo, kami membangun dua pos pantau. Satu titik berada di seputaran Karanglo dan satu lagi menuju Batu," urainya.

Disamping itu, pihaknya juga akan melakukan antisipasi kemacetan dengan melakukan rekayasa lalulintas. 

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kejahatan jalanan. Seperti copet, jambret, gendam dan penipuan.

"Fokus kami dalam mengantisipasi kejahatan jalanan adalah meningkatkan keamanan di terminal, stasiun kereta api dan tempat-tempat fasilitas publik lainnya," tuturnya.

Sedangkan untuk potensi terjadinya bencana alam, Yade menyebut kepolisian sudah berkoordinasi dengan PMI, BPBD, Tagana dan Tim SAR gabungan

"Khususnya dari BPBD dan PMI, sudah menyiapkan personil beserta peralatannya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam," katanya.

Dengan sinergi dan koordinasi yang baik antara Polres Malang dan instansi terkait, dia menyebut akan mempermudah tugas kepolisian dalam melakukan pengamanan operasi Ketupat 2019.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com