[HOAKS] Hasil Exit Poll Pemilu Luar Negeri Beredar di Medsos

Home / Berita / [HOAKS] Hasil Exit Poll Pemilu Luar Negeri Beredar di Medsos
[HOAKS] Hasil Exit Poll Pemilu Luar Negeri Beredar di Medsos ILUSTRASI. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESBATU, JAKARTA – dir="ltr">Pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri telah digelar pada 8 April hingga 14 April 2019. Setelah pemungutan suara tersebut, beredar hasil exit poll Pemilu di luar negeri di media sosial twitter.

Satu diantaranya seperti yang diunggah akun twitter @do_ra_dong pada 16 April 2019. Akun ini mengunggah gambar perolehan suara sementara kedua pasangan capres dan cawapres pada pemungutan suara di luar negeri, di Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

"Hasil exit poll pilpres dibeberapa negara, Prabowo Sandi unggul atas Jokowi Maruf," tulis @do_ra_dong.

Konten yang diunggah @do_ra_dong telah dibagikan sebanyak 917 kali dan mendapat 139 komentar warganet.

Dalam penelusuran tim cek fakta TIMES Indonesia hasil exit poll pemungutan suara di luar negeri ternyata tidak benar alias hoaks. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengatur tentang exit poll pemungutan suara di luar negeri. Hitung cepat Pemilu hanya untuk pemungutan suara di dalam negeri saja.

Pernyataan tersebut telah disampaikan oleh KPU dan ditulis oleh TIMES Indonesia dengan judul artikel Beredar Exit Poll Pemilu Legislatif, KPU Tegaskan Tak Bisa Dijadikan Acuan’.

KPU akan mengecek kebenaran informasi hasil exit poll beberapa TPS di luar negeri melalui pesan berantai. Namun demikian, Komisioner KPU, Viryan Azis, menegaskan, ketentuan exit poll di luar negeri tidak bisa dijadikan acuan WNI di luar negeri.

"Exit poll itu kan pendekatannya berbasis kepada regulasi dengan pengaturan waktu di dalam negeri. Nanti ini kami akan bahas sama temen-temen. Kita cek dulu ya," ujar Viryan, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Hasil exit poll hasil pemungutan suara Pemilu Legislatif di Arab Saudi beredar luas di grup WhatsApp. Hadilnya, PKB unggul dengan perolehan suara 25,8 persen, disusul PDIP 23,9 persen, Gerindra 18,3 persen, PSI 12,6 persen, dan PKS 4,2 persen.

Sementara perolehan suara Nasdem 3,1 persen, PPP 2,5 persen, Demokrat 1,7 persen, Golkar, 1,1 persen dan Perindo 0,8 peresn. Sementara yang merahasiakan atau tidak menjawab berdasarkan hasil exit poll 3,9 persen.

Viryan menyebut, KPU hanya mengatur ketentuan penyelenggaraan exit poll di dalam negeri. Hasil exit poll di dalam negeri, imbuhnya bisa diketahui dua jam setelah pemungutan suara berakhir.

"Yang kami atur adalah exit poll di dalam negeri. Sudah diatur demikian, dua jam setelah pencoblosan selesai," tandas Virya.

Sementara itu, komisioner KPU lain, Hasyim Asy'ari menyebut exit poll memiliki kelemahan di luar negeri. Sebab, pemilihan di luar negeri bukan hanya melalui TPS, tapi juga disalurkan lewat pos dan kotak suara keliling (KSK).

"Mungkin saja, tapi hanya untuk TPS, kalau metode pos, siapa yang ditanya. Kan baru dihitung nanti bareng-bareng tanggal 17 April (hari pencoblosan di Indonesia). Metode KSK juga nanti dihitung tanggal 17," ucap Hasyim.

Ditegaskan, Menurutnya, exit poll di luar negeri baru bisa dilakukan setelah 17 April 2019. Saat semua metode pengambilan suara di luar negeri diakumulasi.

"Sehingga di luar negeri, yang memungkinkan kalau quick count, ketiga metode itu, pada tanggal 17," imbuh Hasyim.

Sebab itu, KPU menilai lembaga yang mengeluarkan hasil exit poll Pemilu 2019 di luar negeri, hanya menggunkan satu metode, hal tersebut tidak mewakili perolehan suara di luar negeri. (*) KLIK DISINI

KESIMPULAN

Hasil exit poll yang beredar luas di media sosial ternyata tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hasil exit poll itu bukan berasal dari KPU dan lembaga survei resmi. (*)

 

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES-Indonesia juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES-Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com