Ledakan Beirut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab Mengundurkan Diri

Home / Berita / Ledakan Beirut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab Mengundurkan Diri
Ledakan Beirut, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab Mengundurkan Diri Gelombang unjuk rasa pasca ledakan gudang penyimpanan 2.750 ton amonium nitrat yang meledak enam hari lalu, membuat pemerintahan Perdana Menteri mundur.(FOTO: Reuters)

TIMESBATU, JAKARTA –  

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab mengumumkan pemerintahannya mengundurkan diri, Senin (10/8/2020) malam setelah mendapat tekanan dari rakyatnya beberapa hari terakhir sejak ledakan amonium nitrat di Kota Beirut enam hari lalu.

Ledakan amonium nitrat seberat 2.750 ton itu menyerupai ledakan bom atom dan meluluh lantakkan area pelabuhan Beirut.

Sedikitnya 220 orang meninggal dunia, 110 orang hilang, 6000 lebih terluka dan 300.000 ribu pendufuknya kehilangan tempat tinggal.

Kemarahan rakyat Lebanon memuncak setelah peristiwa itu karena para pemimpin negara dianggap lalai menyimpan bahan berbahaya itu sejak tahun 2013 serta mengakarnya kasus korupsi.

Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya itu melalui pidato TV Nasional Lebanon.

Dalam beberapa hari berturut-turut sejak meledaknya amonium nitrat itu, gelombang unjuk rasa pecah di jalan. Bahkan mereka sempat bentrok dengan polisi selama tiga hari berturut-turut.

Sementara Presiden Michel Aoun meminta pemerintah tetap dalam kapasitas sebagai caretaker sampai kabinet baru terbentuk.

Diab diangkat sebagai perdana menteri sejak Januari setelah berbulan-bulan mengalami kebuntuan.

Ia mengatakan pemerintahnya telah "berusaha keras untuk menyusun peta jalan untuk menyelamatkan negara".

"Tetapi korupsi di Lebanon lebih besar dari negara itu sendiri, dan tembok yang sangat tebal dan berduri memisahkan kita dari perubahan. Tembok yang dibentengi oleh kelas yang menggunakan semua metode kotor untuk melawan dan mempertahankan keuntungannya," kata Diab.

"Mereka tahu bahwa kami merupakan ancaman bagi mereka, dan bahwa keberhasilan pemerintah ini berarti perubahan nyata dalam kelas penguasa lama yang korupsinya telah membuat negara sesak," tambahnya.

"Hari ini kami mengikuti keinginan rakyat dalam tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka atas bencana yang telah bersembunyi selama tujuh tahun, dan keinginan mereka untuk perubahan nyata," ujar Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com