New Normal, Ahmad Basarah: Jangan Ada Prejudice, Semua Harus Bersatu

Home / Berita / New Normal, Ahmad Basarah: Jangan Ada Prejudice, Semua Harus Bersatu
New Normal, Ahmad Basarah: Jangan Ada Prejudice, Semua Harus Bersatu Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menjadi narasumber di acara seminar virtual oleh TIMES Indonesia. (FOTO: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

TIMESBATU, MALANGWakil Ketua MPR RIAhmad Basarah menekankan persatuan di tengah pandemi Covid-19, apalagi beberapa daerah akan memasuki fase new normal. Menurutnya poin terpenting semua elemen harus bersatu untuk menghadapi bencana nasional non alam ini. 

"Jangan ada prejudice apalagi politisasi dan lain-lain. TNI-Polri turun langsung untuk bergerak. Kata kuncinya: rakyat dan pemerintah harus bersatu, bersatu dan bersatu. Hanya dengan persatuan antara TNI-Polri, pemerintah dan masyarakat kita bisa kuat," tegas Basarah melalui forum seminar virtual yang digelar TIMES Indonesia, Selasa (2/6/2020).

Ia juga menerangkan secara gamblang sejarah dan makna Pancasila. Pancasila kata dia wajib diketahui asal usulnya. Generasi masa depan harus paham.

"Konsepsi gotong royong disampaikan Bung Karno dalam pidatonya. Holopis kuntul baris itu lah prinsip gotong royong. Yang mampu bantu yang kurang mampu. Tidak boleh membedakan etnis, agama dan latar belakang lainnya. Inti sari Pancasila adalah falsafah gotong royong," bebernya.

Basarah mengapresiasi konsep penerapan Kampung Tangguh yang digagas Universitas Brawijaya bersama TNI-Polri dan relawan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC). Menurutnya, spirit gotong royong yang menjadi inti sari Pancasila ada pada penerapan Kampung Tangguh.

"Isi kampung tangguh ini menjadi diskursus bukan hanya nasional tapi di kalangan pemangku kepentingan. Ini satu model yang paling realistis," ungkapnya.

Ia menilai Kampung Tangguh sangat layak diterapkan menjadi role model penanganan Covid-19 serta dampak sosial ekonomi. Masyarakat semakin dikuatkan karena Kampung Tangguh sarat akan nilai-nilai gotong royong.

Basarah menangkap usulan salah satu peserta seminar yang meminta Ahmad Basarah menggaungkan Kampung Tangguh kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Saya menyambut baik usulan ini. Role model ini akan terus dikonsepsikan secara nasional," tegasnya.

Ahmad Basarah juga menuturkan salah satu permasalahan bangsa yakni soal kerukunan nasional. Bagaimana masyarakat masih terjebak dalam penyebaran disinformasi. "Kalau tidak diciptakan ketangguhan mental dan ideologi mulai tingkat RW seperti Kampung Tangguh ini, permasalahan ini bisa mengancam ketahanan nasional," ucapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com