Pangkogabwilhan Perintahkan Pangdam Cari Senjata TNI yang Hilang milik Heli M-17

Home / Berita / Pangkogabwilhan Perintahkan Pangdam Cari Senjata TNI yang Hilang milik Heli M-17
Pangkogabwilhan Perintahkan Pangdam Cari Senjata TNI yang Hilang milik Heli M-17 Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen Ganip Warsito.

TIMESBATU, JAKARTA – Sejumlah senjata api milik para prajurit TNI penumpang Helikopter MI-17 yang jatuh di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, belum ditemukan. Untuk itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen Ganip Warsito meminta Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Herman Asaribab dan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk mencari senjata yang hilang tersebut.

Letjen Ganip Warsito khawatir, jika senjata api itu disalahgunakan oleh masyarakat. “Apabila tidak ditemukan, saya khawatir akan disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin berbuat kejahatan,” ujarnya, Senin (17/2/2020) usai upacara pemberian santunan kepada 8 korban jatuhnya Helikopter M-17 di di Base Ops Lanud Silas Papare, Jayapura..
Ganip yakin Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih dapat membantu menemukan senjata-senjata api yang hilang di sekitar lokasi jatuhnya Helikopter MI-17.

Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Herman Asaribab menjelaskan ada 11 senjata api yang dibawa oleh korban. Di antaranya tujuh pucuk senjata api laras panjang SS1, tiga pistol, dan 1 pelontar granat alias GLM.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengungkapkan pihaknya sudah mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mengembalikan barang-barang (senpi) milik para korban. “Kami juga meminta para tokoh-tokoh agama, adat, dan pemuda untuk membantu kami menemukan semua barang (senpi) milik dari anggota TNI yang menjadi korban,” katanya.

Sebagai informasi, Helikopter MI-17 Penerbad Nomor Registrasi HA 5138 sebelumnya dinyatakan hilang pada 28 Juni 2019. Helikopter itu hilang kontak ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan penurunan logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Tim tidak menemukan senjata di lokasinya helikopter. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com