Menteri PUPR RI: Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Lahar Gunung Merapi

Home / Berita / Menteri PUPR RI: Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Lahar Gunung Merapi
Menteri PUPR RI: Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Lahar Gunung Merapi Sabo Dam Kali Woro dibangun untuk menahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik Gunung Merapi. (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESBATU, JAKARTASabo Dam Kali Woro yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kementerian PUPR RI) mampu menahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik Gunung Merapi.

Menurut Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono, sabo dam di Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini, mampu meminimalisir risiko bencana banjir lahar di hilir Kali Woro serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar Gunung Merapi.

Dam-Kali-Woro-PUPR-2.jpg

“Kalau bendungan menahan air, sedangkan sabo dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat,” kata Menteri Basuki beberapa saat lalu.

Sabo Dam Kali Woro adalah bendung yang dibangun untuk menampung aliran sedimen/aliran debris di sungai yang menjadi arah aliran erupsi Gunung Merapi. Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air pada tahun 2016-2018 melakukan pembangunan 11 sabo baru, rehabilitasi tanggul sepanjang  5,9 km dan melakukan rehabilitasi 11 Sabo Dam pada aliran Sungai Woro.  

Dam-Kali-Woro-PUPR-3.jpg

"Konstruksi dam ini dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda, yang terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir," imbuh Menteri Basuki.

Secara teknis, Sabo Dam dibangun dengan ketinggian yang berbeda di tengah bendung. Hal ini dimaksudkan untuk mengalirkan air, sehingga sedimen atau endapan lahar dingin akan tertampung oleh bendung, tetapi air tetap mengalir. Apabila bendung tidak mampu membendung semua aliran debris, maka akan dilewatkan melalui bagian atas (overtopping).

Dam-Kali-Woro-PUPR-4.jpg

Selanjutnya aliran debris yang masih mengalir akan ditampung oleh bendung lain yang ada di bawahnya. Hal ini berlangsung terus menerus sesuai dengan jumlah bendung yang ada. Sehingga aliran lahar Gunung Merapi dapat dicegah untuk tidak sampai ke hilir sungai yang dapat merusak permukiman warga maupun memutus konektivas jalan dan jembatan yang mengganggu aktivitas warga.

Dengan dilakukannya pembangunan dan rehabilitasi sabo dam tersebut diharapkan dapat mengendalikan sedimen sebesar 3,3 juta m3. Biaya pembangunan dan rehabilitasi Sabo DAM Kali Woro sebesar Rp 329 miliar melalui APBN (MYC) tahun 2016-2018.

Dam-Kali-Woro-PUPR-5.jpg

Selain di aliran sungai Kali Woro, Kementerian PUPR RI juga membangun sejumlah sabo dam di sepanjang aliran lahar Gunung Merapi diantaranya Sabo Dam Kali Putih sepanjang 2,6 kilometer yang terletak di Jalan Raya Magelang. Sabo Dam ini dirancang untuk  dapat mengalirkan lahar Gunung Merapi dengan kapasitas 640 meter kubik per detik. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com