Dinas PU dan Bina Marga Kota Batu Datangkan Alat Berat 

Home / Berita / Dinas PU dan Bina Marga Kota Batu Datangkan Alat Berat 
Dinas PU dan Bina Marga Kota Batu Datangkan Alat Berat  Dinas PUPR Datangkan alat berat pasca banjir Sungai Kebo depan Kelurahan Sisir. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESBATU, BATUDinas PUPR Kota Batu mendatangkan alat berat untuk membersihkan aliran Sungai Kebo yang meluap dan merendam enam rumah di sekitarnya pada hari Kamis (16/1/2020).

Alat berat ini dipergunakan untuk membersihkan bebatuan yang ada di dasar Sungai Kebo. Dinas PUPR memperkirakan banjir yang terjadi Rabu (15/1/2020) sore disebabkan gorong-gorong di bawah Jembatan yang berada disamping Kelurahan Sisir terlalu sempit.

Berdasarkan analisa tersebut Dinas PU dan Bina Marga berencana untuk membongkar jembatan yang menghubungkan antara Jalan Semeru dengan Kawasan permukiman padat penduduk di Kawasan Kauman, Kelurahan Sisir ini.

DInas-PU-Malang-a.jpg

“Gorong-gorongnya terlalu sempit, sementara kapasitas air Rabu sore sangat tinggi, sehingga tidak mampu lagi menampung air, sehingga meluap ke jalan dan merendam rumah warga,” ujar Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR

Mursyid Fanani, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR mengatakan pihaknya akan mengajukan anggaran normalisasi gorong-gorong. Direncanakan jembatan yang ada memiliki gorong-gorong dengan dimensi yang luas sehingga tidak ada penyempitan saluran lagi. 

“Kita akan identifikasi dahulu, kita akan lakukan bertahap, jembatan mana yang penting terlebih dahulu, karena di sini, lebih dari dua jembatan yang memiliki gorong-gorong yang sempit,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan karena pemasangan bronjong, kemudian disemen hingga terjadi pendangkalan Sungai Kebo.

“Bukan karena itu (pendangkalan akibat pemasangan bronjong yang disemen didasar sungai-red), tapi sekarang kan pembangunan dimana-mana, ruang hijau mulai menyempit, lahan resapan berkurang,” ujarnya. 

Argumen itu berbeda dengan warga yang menjadi korban, rumahnya terendam air. Ia mengatakan sejak pemasangan bronjong didasar sungai kemudian disemen, sudah dua kali rumahnya terendam air. Air yang masuk ke rumahnya mencapai setengah meter.

“Sejak dasar sungai ini dicor, sudah dua kali ini rumah saya kebanjiran. Dahulu kedalaman Sungai Kebo 2,5 meter sekarang tinggal 1 meter. Sungai segini ya tidak mampu menampung air yang besar, larinya akhirnya ke rumah saya, kita berharap segera diperbaiki,” ujar warga terdampak banjir, Siswoyo sambil melihat Dinas PUPR Kota Batu mendatangkan alat berat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com